Film dokumenter Asadessa. Diproduksi tahun 2015 oleh ICT Watch dan Relawan TIK Indonesia. Bercerita tentang semangat dan "assa" orang-orang desa yang sangat tinggi untuk…
Film dokumenter Asadessa. Diproduksi tahun 2015 oleh ICT Watch dan Relawan TIK Indonesia. Bercerita tentang semangat dan "assa" orang-orang desa yang sangat tinggi untuk…
Desain logo untuk Festival DesTIKa ketiga tahun 2015 di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung. Karena populer dengan sebutan tanah "laskar pelangi" maka konsep…
RMI (Rimbawan Muda Indonesia) Bogor, merupakan salah satu organisasi swadaya masyarakat (non governmental organization) yang fokus pada pelestarian alam terutama hutan, penguatan hukum adat…
Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi (Festik) 2015 diselenggarakan di Gedung Ganesha ITB. Diselenggarakan oleh Relawan TIK Indonesia, dengan tuan rumah Relawan TIK Bandung, didukung…
"JarIT" sendiri merupakan akronim dari "Belajar Informatika dan Telekomunikasi". Sebuah rangkaian acara mulai dari pameran robotik karya mahasiswa ST3 Telkom, pameran produk desa, demo…
Video cuplikan pernyataan penting dari Direktur Pemberdayaan Informatika Kementerian Kominfo RI, Septiana Tangkary, yang menegaskan bahwa seluruh pendaftaran domain desa.id tetap dapat dilakukan oleh…
Merespons diterbitkannya Peraturan Menteri Kominfo RI Nomor 5 Tahun 2015, tentang Registrar Nama Domain Instansi Penyelenggara Negara yang isinya mengatur tata cara pendaftaran domain…
Awal 2015 saya diajak bergabung dalam gelaran Festival Kreativitas dan Inovasi (Krenova) Kabupate Banyumas. Acara ini dilaksanakan dalam rangkaian Krenova yang secara berjenjang dilaksanakan…
Akhir 2014 saya mendapat undangan dari Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Kalimantan Selatan untuk mengisi workshop bertema Bimbingan Teknis Pengelolaan Website Desa…
Dokumentasi peserta Festival DesTIKa 2014 yang Bangga pakai .id.
Setelah sukses di Desa Melung, Banyumas, Jawa Tengah. Festival DesTIKa kedua kembali digelar, kali ini di Desa Tanjungsari, Kec. Sukahaji, Kab. Majalengka, Jawa Barat.…
Pergerakan teman-teman Relawan TIK dan Gerakan Desa Membangun di Ciamis, mulai direspon baik oleh Pemkab Ciamis. Setidaknya terlihat dari 2 hari kegiatan pelatihan IT…
Film dokumenter Asadessa. Diproduksi tahun 2015 oleh ICT Watch dan Relawan TIK Indonesia. Bercerita tentang semangat dan "assa" orang-orang desa yang sangat tinggi untuk dapat lebih berdaya dengan teknologi informasi, seperti komputer, ponsel, GPS dan internet. Namun kondisi infrastruktur teknologi informasi di Indonesia masih belum merata. Film dokumenter ini mendokumentasikannya dengan apik. Kebetulan saya diajak menjadi bagian dari tim belakang layar saat produksi film ini mengambil gambar di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dan Kabupaten Ciamis serta Pangandaran, Jawa Barat.

Desain logo untuk Festival DesTIKa ketiga tahun 2015 di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung. Karena populer dengan sebutan tanah "laskar pelangi" maka konsep logo DesTIKa kali ini juga disesuaikan penuh dengan nuansa warna pelangi.

RMI (Rimbawan Muda Indonesia) Bogor, merupakan salah satu organisasi swadaya masyarakat (non governmental organization) yang fokus pada pelestarian alam terutama hutan, penguatan hukum adat dan pemberdayaan masyarakat di dalamnya. Sejak tahun 2015, saya diminta bantuan oleh seorang kawan yang saat itu bekerja di RMI. RMI adalah sebuah lembaga non profit yang aktif mengadvokasi kebijakan dan melakukan pembedayaan masyarakat terutama terkait masyarakat adat, masyarakat di sekitar hutan, kebijakan publik terkait tanah adat dll. RMI berlokasi di Kota Bogor, Jawa Barat.
Sejak 2022, saya sudah memberikan seluruh akses pengelolaan domain dan hosting website ini kepada tim internal RMI.

Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi (Festik) 2015 diselenggarakan di Gedung Ganesha ITB. Diselenggarakan oleh Relawan TIK Indonesia, dengan tuan rumah Relawan TIK Bandung, didukung Kementerian Kominfo RI.
Saya sendiri diberi tugas mengisi kelas manajemen sistem informasi desa dan pelayanan publik berbasis teknologi di hari kedua pelaksanaan FesTIK 2015, bersama dengan kawan saya, Prianthon Subardio, sesama Relawan TIK dari Banyumas, Jawa Tengah yang juga aktif memfasilitasi Gerakan Desa Membangun.
Galeri

"JarIT" sendiri merupakan akronim dari "Belajar Informatika dan Telekomunikasi". Sebuah rangkaian acara mulai dari pameran robotik karya mahasiswa ST3 Telkom, pameran produk desa, demo implementasi VoIP dan peluncuran DesaOS yang berbasis opensource. Kegiatan puncaknya adalah seminar nasional, menghadirkan beberapa pembicara, diantaranya Direktur Pemberdayaan Informatika Kominfo RI, Septiana Tangkary, Staf Ahli Menteri Desa, Perangkat Desa Kalibagor, Dosen ST3 Telkom serta dimoderasi oleh Yossy Suparyo, penggiat Gerakan Desa Membangun. Dihadiri ratusan orang, terdiri dari perangkat desa dari Kab. Cilacap, Banyumas, Purbalingga serta beberapa dari Ciamis, Jawa Barat bahkan Pandeglang, Banten dan puluhan mahasiswa serta pelajar.
Isu domain desa.id yang kini diambilalih pelayanannya oleh Kominfo RI juga dibahas dan sempat dijamin akan dapat didaftarkan langsung oleh Pemerintah Desa meskipun tetap harus memberi tembusan kepada Pemkab melalui Sekda. Informasi ini disampaikan Direktur PI Kominfo menjawab keresahan yang disampaikan Aji Panjalu, salah satu penggiat GDM di Provinsi Banten.
Galeri
Video cuplikan pernyataan penting dari Direktur Pemberdayaan Informatika Kementerian Kominfo RI, Septiana Tangkary, yang menegaskan bahwa seluruh pendaftaran domain desa.id tetap dapat dilakukan oleh Pemerintah Desa, dengan istilah "tetap cap desa" pada sesi seminar Festival JarIT 2015 di STT Telkom Purwokerto.

Merespons diterbitkannya Peraturan Menteri Kominfo RI Nomor 5 Tahun 2015, tentang Registrar Nama Domain Instansi Penyelenggara Negara yang isinya mengatur tata cara pendaftaran domain go.id serta desa.id, sebagai nama domain instansi penyelenggara negara, saya mendesain logo gerakan #SaveDesaID.
Logo #SaveDesaID ini menggunakan bentuk lingkaran bulat yang diambil dari logo domain desa.id utama yakni lingkaran bulat berwarna merah dengan tulisan desa.id berwarna putih. Namun karena domain desa.id kini pelayanannya dilakukan oleh Kementerian Kominfo RI dan dirasa menyulitkan teknis pendaftaran oleh perangkat desa langsung, maka logo ini "menenggelamkan" warna merah dan menyisakan warna hitam di belakang tulisan "desa.id" yang tetap berwarna putih.

Awal 2015 saya diajak bergabung dalam gelaran Festival Kreativitas dan Inovasi (Krenova) Kabupate Banyumas. Acara ini dilaksanakan dalam rangkaian Krenova yang secara berjenjang dilaksanakan dari tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi dan Nasional. Bedanya dengan di daerah lain, Krenova Banyumas 2015 diadakan dalam format festival. Pada pelaksanaannya tidak hanya inovasi dan kreativitas yang bersifat hardware/peralatan, tetapi juga diadakan "hackathon" untuk para programmer di Banyumas menunjukkan kreativitas dan inovasi dengan teknologi informasi.
Saya terlibat mendukung Krenova Banyumas 2015 sebagai salah satu tim perancang dan pengelola acara.
Galeri
Akhir 2014 saya mendapat undangan dari Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Kalimantan Selatan untuk mengisi workshop bertema Bimbingan Teknis Pengelolaan Website Desa yang akan diikuti oleh perwakilan Dinas Kominfo Kabupaten/Kota se provinsi Kalimantan Selatan, di Banjarmasin.
Saya difasilitasi Bang Ari, pengurus RTIK Indonesia yang juga guru SMK di Banjarmasin, bersama juga dengan para anggota RTIK Kalimantan Selatan melaksanakan kegiatan tersebut selama satu hari. Materi dimulai dari pengenalan konsep multisite hingga teknis instalasi dan pengelolaan situs web desa secara cepat menggunakan Content Management System. Tujuannya adalah memudahkan admin di tingkat Kabupaten/Kota juga admin website di tingkat desa.
Sebuah kehormatan mendapatkan kesempatan ini, terima kasih Bang Ari, RTIK Kalsel serta Dinhubkominfo Kalsel.
Dokumentasi peserta Festival DesTIKa 2014 yang Bangga pakai .id.

Setelah sukses di Desa Melung, Banyumas, Jawa Tengah. Festival DesTIKa kedua kembali digelar, kali ini di Desa Tanjungsari, Kec. Sukahaji, Kab. Majalengka, Jawa Barat. Ratusan peserta datang dari berbagai wilayah di Indonesia. Sebagian besar adalah perangkat desa dan penggiat desa. Sisanya Relawan TIK, pemberdaya masyarakat, eks fasilitator PNPM, akademisi dan unsur pemerintahan daerah yang tertarik dengan semangat Gerakan Desa Membangun yang menjadi inisiator Festival DesTIKa bersama dengan Kemkominfo RI.

Pergerakan teman-teman Relawan TIK dan Gerakan Desa Membangun di Ciamis, mulai direspon baik oleh Pemkab Ciamis. Setidaknya terlihat dari 2 hari kegiatan pelatihan IT bagi perangkat desa di Pamarican, Ciamis. Mereka mendapatkan dukungan fasilitas dan anggaran untuk mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas bagi para perangkat desa. Saya bersama pak Bayu (Kades Dermaji) mewakili GDM menjadi narasumber pada 2 hari pelatihan itu.